<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329</id><updated>2012-02-17T11:33:08.548+07:00</updated><title type='text'>Godhong Djati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-6829586295880395073</id><published>2007-07-15T23:01:00.000+07:00</published><updated>2007-07-15T23:05:22.832+07:00</updated><title type='text'>Nafsu dan Akal bag 1</title><content type='html'>NAFSU DAN AKAL BAGIAN 1&lt;br /&gt;(Hendri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, baik itu dari bentuk lahir ataupun batin, segala fasilitas di berikan oleh Allah kepada manusia dengan cuma-cuma tanpa di pungut biaya sepeserpun. Nafsu yang melekat pada diri manusia merupakan sebuah contoh yang kongrit dari fasilitas yang Allah berikan, baik itu nafsu mutmainah (baik) ataupun lawamah (lawamah). Nafsu mutmainah lebih berprioritas kepada  perbuatan  yang mengarahkan gerak hati manusia kepada kebaikan seperti Ibadah ataupun menjauhkan segala hal-hal yang batin, dan sebaliknya untuk nafsu lawamah. Nafsu lawamah berpotensi mengarahkan diri manusia kepada hal-hal yang batil, dari itu muncul sebuah pertanyaan,  apakah nafsu lawamah itu bisa di hilangkan dari dalam diri manusia dan hanya ada nafsu mutmainah saja?. Ketika kita berbicara tentang bisa atau tidak nafsu lawamah di hilangkan, berarti kita juga berbicara tentang kedudukan nafsu bagi manusia. Allah tidaklah menjadikan segal sesuatu tanpa berfaidah, Nafsu yang melekat pada diri manusia menjadi sebuah penyeimbang dalam segala perbuatan, mengapa seperti itu?. Malaikat merupakan makhluk yang getol beribadah, siang malam berdzikir kepada Allah ,  tidak di sebut sebagai makhluk yang paling sempurna, salah satunya ialah mereka tidak di berikan sebuah fasilitas oleh Allah berupa akal dan Nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!"&lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"(Al-Baqarah 31-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pengetahuan yang di miliki oleh malaikat bersumber dari apa yang di ajarkan oleh Allah saja, tetapi berbeda dengan manusia, akal yang melekat pada diri masing-masing manusia mempunyai kekuatan untuk menggali segala sesuatu yang belum mereka tau, walaupun kadang mereka terjebak dalam lingkaran nafsu diri. Surat di atas juga melambangkan bahwa Allah menjadikan manusia sebagai makluk pilihan, salah satunya yaitu Allah mengajarkan semua nama-nama benda kepada Adam, dan karna itu manusia berfikir untuk mengelola benda-benda tersebut agar menjadi bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-6829586295880395073?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/6829586295880395073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=6829586295880395073&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/6829586295880395073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/6829586295880395073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/nafsu-dan-akal-bag-1.html' title='Nafsu dan Akal bag 1'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-2383325093686006679</id><published>2007-07-15T23:00:00.000+07:00</published><updated>2007-07-15T23:01:06.806+07:00</updated><title type='text'>Peringatan Bagi  Orang beriman dan Berakal</title><content type='html'>&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;Peringatan Bagi  Orang beriman dan Berakal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Hendri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu."(At-Thalaq-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memperingati orang-orang yang beriman yang mempunyai akal tapi tidak tunduk kepada hukum-hukum Allah, Pengunaan akal tanpa ketundukan yang penuh dan iman yang kuat akan mengakibatkan kerusakan di bumi. Logika dan Nash dapat menjadi satu  keserasian, hal itu bisa terjadi apabila pengunakaan akal di barengi dengan ketakwaan dan keimanan yang penuh kepada Allah dan tunduk terhadap hukum-hukumnya. Akal sering kali berbenturan dengan Wahyu, ia sering menegeluarkan bantahan-bantahan terhadap apa yang di katakana oleh Allah, seperti yang terjadi pada iblis ketika itu&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"(Al-Isra-61)   &lt;br /&gt;Al Quran merupakan kitab suci yang mengandung hikmah, bagi kebanyakan umat islam Kemukjizata Al Quran  begitu terasa baik dalam kehidupan atau yang lainnya. Ayat-ayat  Al Quran bukan hanya menerangan tentang hukum, tatanan hidup, kebudayaan, ibadah tapi juga berbicara tentang keilmuan, Al Quran turun jauh sebelum sains dan teknologi di temukan  oleh manusia.&lt;br /&gt;Antara Perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad dan perjalanan Niel Amstrong  dengan Apollo XI membawa  realitas dan referensi yang sama yaitu dari Al quran tapi membawa nilai yang berbeda. Di saat perjalanan Isra mi'raj Nabi hal itu satu di anggap sebagai kedustaan belaka oleh kaum kafir.  Perjalanan Dari Masjidil  Haram ke Masjidil Aqsa dan di lanjutkan perjalanan hingga kepada Allah untuk mendapatkan sebuah kewajiban dari Allah yang berupa  Shalat bisa di katakana sutu kejadian yang sangat sulit di terima oleh nalar. Logika waktu yang berbicara pada waktu itu mengatakan berbeda dengan realitas perjalannan Isra Mi’raj Rasullah.&lt;br /&gt;Di saat itu nilai keimanan dan kepatuhan kepada rosul  menjadi satu keharusan yang sangat menonjol tanap harus membantah , dan ini juga salah satu upaya Allah untuk melihat sebesar apakah keimanan mereka kepada Allah dan Rasullnya. Bagi kebanyakan kaum kafir hal itu  sangat bertolak belakang dengan akal dan kemampuan untuk berlogika, hingga ada di antara mereka yang menganggap hal itu adalah mimpi Rasullah. Padahal kemampuan Allah itu lebih tinggi dan hebat  dari pada kemampuan berfikir manusia, hal ini jelas terlihat dari rentan waktu perjalanan isra Mi'raj, nilai waktu pada saat itu memang bertolak belakang dengan realitas waktu yang di tempuh kebanyakan orang,   tapi Allah memilih dan menghendaki Rosull untuk itu, Dalam firmanya:&lt;br /&gt;Surat Al Isra-1 Allah mengatakan bahwa "Memperjalankan") bukan dengan kalimat " berjalan", jadi ayat ini melambangkan bahwa Allah memilih dan menghendaki rosullah sebagai alat yang di perjalankan dalam  Isra Mi'raj, Logikanya seperti seorang anak kecil memainkan mobil-mobilan, di saat itu sifat mobil adalah benda mati yang tidak bisa bergerak apabila tidak di gerakan, lalu bergeraklah mobil itu oleh seorang anak kecil yang memainkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.(Al Baqarah-117)&lt;br /&gt;Kehendak Allah pun pernah di berikan kepada Siti Maryam, seorang  wanita tanpa di setubuhi oleh laki-laki dapat mengandung dan mempunyai seorang anak yaitu Nabi Isa a.s, hal ini tertera di  Al Quran surat Al Imron ayat 47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.&lt;br /&gt;Dan kejadian itupun sangat bertolak belakang dengan logika manusia. Lain lagi dengan perjalanan Niel Amstrong ke bulan, mereka para ilmuan dapat melakukan hal itu dengan mengunakan alat, yang di dapat karna pengunaan akal yang maksimal. Tapi apakah akal manusia mendahului ketetapan Allah sehingga kebenaran wahyu seakan di tinggalkan, padahal Allah telah berfirman&lt;br /&gt;"Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan".(Ar-Rahman-33)&lt;br /&gt;Alangkah jelasnya Al Quran mengatakan tentang hal itu, Allah membuka dan memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya akal tak sangup menembus, supaya manusia dapat mengambil suatu pelajaran bagi orang-orang yang berakal agar mereka berima dan bertakwa kepada Allah bukan Untuk menyombongkan diri .   &lt;br /&gt;            Di antara watak manusia ialah menentang Allah dan mendustakan rosul dan ayat-ayat-Nya serta tertipu oleh kesenangan yang mereka dapati seperti penemuan ilmiah pada saat ini hingga mereka menganggap hanya akal sumber segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Al-'Anaam-44).&lt;br /&gt;(HL)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-2383325093686006679?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/2383325093686006679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=2383325093686006679&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/2383325093686006679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/2383325093686006679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/peringatan-bagi-orang-beriman-dan.html' title='Peringatan Bagi  Orang beriman dan Berakal'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-1863958713120075394</id><published>2007-07-15T22:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:56.546+07:00</updated><title type='text'>Minggu Hari Yang Diam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RppEfqX1bjI/AAAAAAAAAB8/oodnGhrUPRw/s1600-h/S2020438.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087454039809289778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RppEfqX1bjI/AAAAAAAAAB8/oodnGhrUPRw/s400/S2020438.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Minggu Hari Yang Diam&lt;br /&gt;(Giri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian. Kata itulah yang saat ini menyelimuti perasaan di hati. Banyak orang yang tidak menginginkan satu kata itu hadir dalam kehidupannya. Tapi tidak bagi sebagiannya lagi. Karena kesendirian akan menimbulkan kesepian. Dan kesepian pasti kan melahirkan berbagai macam lagi kosakata-kosakata yang mengerikan. Seperti halnya Nabi Adam ketika berada dalam kesendiriannya. Sepi hidup seorang diri walaupun berada di surga. Maka seketika ia berdoa memohon kepada Sang kuasa agar mengirimnya seseorang guna menemani kehidupannya. Ternyata seindah bagaimana pun surga ketika itu, tetap saja menjadi tempat yang sangat mengerikan bagi seorang manusia jika tiada yang menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fitrah manusia yang telah diciptakan Allah dengan rasa ketidak mauannya berada dalam kesepian. Artinya manusia itu mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Lebih tepatnya lagi manusia mempunyai rasa untuk selalu bersama dalam menjalani kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang bertindak sebagai tuhan kita, memang sangatlah bijaksana. Ia mengetahui bahwa Adam merasa kesepian. Tapi Ia tidak lantas mengirimnya seorang teman dari golongannya sendiri (laki-laki). Allah kemudian menciptakan Hawa yang terbuat dari diri Adam. Bisa dikatakan bahwa Hawa adalah bagian dari Adam. Itulah yang dikatakan belahan jiwa. Maka sungguh tidak mengherankan jika pada jaman ini banyak lelaki mempertaruhkan hidupnya hanya demi wanita. Karena memang para wanitalah yang menjadi jiwanya yang pernah hilang. Belahan hatinya yang sempat berada bukan di dalam jiwanya. Mereka akan terus mencari dan terus akan mencari sampai mendapatkannya. Itulah naluri sang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya ada satu kata lagi yang mendasari prilaku itu semua. Cinta. Ya itulah dia. Cintalah yang menjadi penggerak manusia untuk melakukan segalanya. Cinta akan dirinya yang selalu sendiri, cinta kepada orang lain yang selama ini menghilang dalam jiwanya, dan satu lagi yaitu cinta kepada sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintalah yang menggerakan kaum lelaki untuk mencari pasangan dalam hidupnya. Cinta pula yang bisa menghidupkan bumi ini menjadi begitu ramai dengan segala fenomenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi cinta kadang kala menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Betapa banyak orang yang mati karenanya. Rela harga dirinya tercabik-cabik dengan cakaran tajam cinta semu. Cinta bisa membuat seseorang menjadi buta. Inilah yang dinamakan cinta yang didasari hawa nafsu yang liar. Cinta ini tak lebih dari cintanya para binatang yang hidup di kolong langit. Cinta yang didasari hawa nafsu membawa manusia ke dalam lembah kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan cinta yang didasari oleh keimanan. Karena keimanan tanpa cinta akan menjadi sesuatu yang diam dan bergerak. Karena iman adalah air di sungai, cintalah arusnya. Karena iman adalah api, cintalah panasnya. Karena iman adalah es di kutub utara maupun selatan, sedangkan cintalah dinginnya. Ketika cinta merasuki keimanan seseorang, seketika ia bergerak dan bergeliar penuh gairah dan vitalitas dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menafsirkan cinta. Berjuta kisah tertoreh atas dasar cinta. Berjuta pena terus mengoreskan matanya karena cinta. Cinta bisa dikatakan sebagai produk basi di setiap masanya. Tapi semua generasi pasti akan terus meresakannya. Maka ketika itu, air mata takan pernah kering tuk menangisinya, berjuta kata takan habis membicarakannya, begitu pun darah yang takan pernah berhenti mengalir demi cinta. Begitulah sekelumit realitas mengenai si “barang basi yang takan pernah basi” ;cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan cinta, manusia menjadi lebih berarti. Dengannya juga manusia bisa hidup dalam keterentraman. Duh, kata-kata seperti yang kehabisan ni… … … ini semua gara-gara si hendri yang terus bernyanyi dengan bahasa planet. Ditambah lagi setelah aku membaca novel tante anny yang berbicara mengenai seorang perempuan yang jatuh cinta kepada seorang laki-laki. Tapi anehnya, lelaki itu belum pernah dijumpainya dalam alam yang nyata. Ia hanya bisa menemuinya dalam alam maya; internet, telepon dan sms tentunya. Selama ini ia hanya berkomunikasi melalui kata-kata yang terangkai dalam keyboard di computer atau keypad di hpnya. He he.. … kata-kata memang bisa menjadi mantra sihir yang bisa mempengaruhi orang yang membacanya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-1863958713120075394?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/1863958713120075394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=1863958713120075394&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1863958713120075394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1863958713120075394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/minggu-hari-yang-diam.html' title='Minggu Hari Yang Diam'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RppEfqX1bjI/AAAAAAAAAB8/oodnGhrUPRw/s72-c/S2020438.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-7008408833137344904</id><published>2007-07-03T15:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:56.783+07:00</updated><title type='text'>Spasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RooQRiX8kAI/AAAAAAAAABs/K1ZU7pg2FJY/s1600-h/dewilestaricdcover.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082893022912090114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RooQRiX8kAI/AAAAAAAAABs/K1ZU7pg2FJY/s400/dewilestaricdcover.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;SPASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?Dapat ia mengerti jika tak ada spesi?&lt;br /&gt;Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?Dan saling menyayang bila ada ruang?Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ularlah tali itu.&lt;br /&gt;Nafas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak di bagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak di pakai dua kali. Jiwa tidaklah di belah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatas namakan kasih sayang.&lt;br /&gt;Mari berkelana dengan rapat tapi tak di bebat. Jangan saling membendung apabila tak ingin tersandung.&lt;br /&gt;Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan di giring. (Dee)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sebuah inspirasi buat kita semua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-7008408833137344904?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/7008408833137344904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=7008408833137344904&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7008408833137344904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7008408833137344904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/spasi.html' title='Spasi'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RooQRiX8kAI/AAAAAAAAABs/K1ZU7pg2FJY/s72-c/dewilestaricdcover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-7003718069068279515</id><published>2007-07-03T15:55:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T15:56:36.863+07:00</updated><title type='text'>Dua Sayap Yang Tertinggal</title><content type='html'>DUA SAYAP YANG TERTINGGAL&lt;br /&gt;(hendri list)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit masih berselimut mendung yang hitam, namun hujan belum juga datang, hanya butiran-butiran kecil air yang jatuh di permadani alam dan gemuruh yang berderi di langit biru,&lt;br /&gt;Di sampingku duduk seorang sahabat yang papa yang terjatuh dan patah  serta tak tertahta, 1000 waktu ia coba untuk mengayun jejak langkahnya untuk menggapai cinta seorang gadis yang ia kasihi dan cintai, sejuta harapan terukir dalam pusara hatinya.&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kisah 1000 waktu yang di lalaui sahabatku, sahabat yang terjatuh bukan karna cinta tapi karna ego yang di punya, ketika terompet telah bersuar dermaga hatinya mulai menanti jawaban, jawaban atas sebuah pertanyaan yang ia panjatkan kepada seorang kekasih yang ia pilih.&lt;br /&gt;Siang dan malam sertakan waktu ia slalu saja memuja dan menyanjungnya,” wahai malam di mana aku dapat menemukan wajah ayu, wahai sabit yang melengkung menawan tunjukan di mana bisa ku temukan senyum manis”, seraya mereka menjawab,” kau kan temukan di tambatan hatimu ”.Hatinya kini merasa lebih tak tertahta lagi, dalam jiwanya piala kemenangan pasti termiliki.&lt;br /&gt;Sekejap waktu berlalu begitu cepat bayangan sang kekasih masih slalu di sampingnya, kadang di waktu senggang ia menilik di balik kaca jendela dan melayangkan pandang kealam bebas, dia berharap tambatan hati melintas di depanya.&lt;br /&gt;Di tempat belajar sering kali sang sahabat di sana, melihat wajah pujaanya 1000 kata seakan tlah tertahta di mulutnya ia coba untuk mendekat di samping tubuhnya dan ia mulai berkata.&lt;br /&gt;Bagi waktu cinta memang hal yang tak bisa di uangkapkan satu jam serasa sewindu dan itulah yang di rasakan oleh sahabatku yang papa, rindu adalah hal yang indah bagi para pecinta tapi tuhan memang adil untuk hal ini, membentuk cinta bersamaan dengan rindunya layaknya gula yag melebur dengan air, meski tak senyawa namun dapat menyatu, bagi cinta ia tak memandang kedudukan, ia tak menyuka keindahan dia hanya cintai cinta karna itu adalah akhir tempat yang terindah.&lt;br /&gt;Malam kini tampak tak bersahabat, namun ada keindahan di balik itu, kini sang pujaan dekat dengan pemujanya, menghadiri pesta  sahabatnya, di atas meja telah tersuguh makanan dan minuman yang nikmat, anggur dan roti kering juga tersedia, kini cawan-cawan sudah saling berdentingan bak lonceng yang berderai, suara canda tawa pun menyelimuti ruangan itu , tak sadar waktu sudah tampak larut sang sahabat dengan mulut yang bergetar membisikan katanya kepada sang pujaan “wahai kau gadis izinkan aku untuk mengajakmu pergi walau sejenak, karna ada kata yang ingin ku beri untukmu”.Dengan kuda hitam pekat mereka pergi menyusuri malam, sang sahabat menghentikan laju kuda dan bergegas turun dari pundaknya di sertai dengan menyuguhkan tanganya kepada sang pujaan, dengan bahasa tubuhnya ia mengisyaratkan.&lt;br /&gt;“Waktu memang melaju, namun cinta malah lebih mangikatku untuk itu, di hati ada mimpi yang belum kusempurnakan, mimpi tuk memilikimu, Wahai kau gadis  maukah kau sempurnakan mimpiku?” Lalu sang pujaan meminta untuk menanti jawabannya lusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari tlah jauh memucuk ke angkasa, kini sang sahabat telah menunggu jawaban atas pertanyaanya yang dia tuju kepada sang pujaan. Tampaknya bila pandaangan kita melihat keadaan saat ini pastilah piala kemenangan yang akan di dapati oleh sahabatku.&lt;br /&gt;Kini tlah tampak sang tambatan hati, ia bergegas menghampiri sang pengemis kata dan mulailah ia menjawab pertanyaan waktu itu. Bagai hujan di waktu terik, hatinya terasa tercabik binatang buas yang bergigi beringas,” alam fikirannya tak mengerti sesaat setelah mendengar jawaban itu, baginya jawaban itu akan menjadi kewajaran  apa bila sang tambatan hati  tak bisa sempurnakan mimpinya tuk saat ini, tapi mengapa dengan cinta, hatinya ternyata mengagumi temanku, teman yang tak ku sangka bisa lulukan hatimu.&lt;br /&gt;Saat in jiwa sahabatku terbebani oelh beban yang tak terkira beratnya. Tatkala itu ia berada di taman belajar, pandangan matanya jatuh ke  wajah sang teman, hatinya saat melaburkan dua rasa yang berbeda, mukanya merah memarah, dua bentuk giginya saling di adukan dan alam fikiranya mulai membias namun terhimpit. Kini waktu mulai menggandeng mentari mengembalikan ia ke peraduanya, sahabatku dengan telanjang dada dan kaki yang tak beralas melancong melintasi taman-taman yang indah di kota tua, tubuh kurusnya tak merasa hawa yang dingin telapak kakinya pun tak merasa sakit meski kerikil-kerilil tajam berditi tegak di bawah telapak kakinya, sambil ia berjalan, mulutnya tak henti-hentinya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai tuhan, kau kini ada di mana. Hambamu kini telah terjatuh di samudra cinta hinga tengelam di dalamnya.&lt;br /&gt;Kekasihku jauh dari hidupku, Jauh….jauh sekali, namun begitu dekat di hati ini hingga tak butuh jarak untuk itu.&lt;br /&gt;Temanku membisik dalam jerami malam, kekasihku mendengar dalam isakan, mereka mengenal dan memandang hingga cinta menjadi hinggapan.&lt;br /&gt;Tambatan hatiku jauh oleh temanku, tapi bukan oleh temanku ia jauh dan bukan pula karna cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku kini berhenti berjalan dan bicara, pandangan matanya ia layangkan jauh ke atas langit yang tampak mendung, ia sejenak tegap berdiri dan diam, bibirnya kini mulai bergetar tampaknya ada puluhan kata yang akan ia kasidahkan, tak lama kemudian ia berucap kembali:&lt;br /&gt;“Hai.. kau langit yang terhamparluas, usah kau tersenyum menertawaiku, karna ini adalah garis hidupku yang tuhan telah titikan padaku, ini bukan mauku, tapi aku meski mengindahkanya dan itupun butuh waktu yang lama.&lt;br /&gt;Wahai cinta yang bersemayam di singgasana  izinkan aku untuk menjadi kekasihmu, kekasih yang kau kasihi, kalau tidakpun biarlah aku dapat belajar mencintai cinta.  ”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-7003718069068279515?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/7003718069068279515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=7003718069068279515&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7003718069068279515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7003718069068279515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/dua-sayap-yang-tertinggal.html' title='Dua Sayap Yang Tertinggal'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-7958964422145951783</id><published>2007-07-03T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T15:55:05.647+07:00</updated><title type='text'>Mukadimah</title><content type='html'>MUKADIMAH&lt;br /&gt;(hendri list)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masanya manusia tak mau berkata, ada pula masanya manusia tertawa terbahak-bahak, hingga ia mengeluarkan percikan air mata. Senyum seringkali menjadi obat penenang hati, kadang pula menjadi tempat bersembunyi rasa kesal yang datang.&lt;br /&gt;Ada masanya manusia berhadapan dengan hiruk pikuk dunia fana, ada masanya manusia itu beranjak pergi dari situ, malam berdendang dengan bahasanya, kelam terpaut sepi hitam namun bercahaya, tuhan menggengam keadaan itu, ia memutar balikan keadaaan dalam kehendaknya.&lt;br /&gt;Wanita dan lelaki menautkan hati di rahim bumi yang belum mereka ketahui, hingga waktu enggan berkata-kata, ia hanya berjalan dalam tuntunan rasa. Wanita dan lelaki berjalan menyusuri kebun anggur sambil bercumbu merayu, indah, mereka terbuai dalam samudra yang fana, dalam hati manusia telah di adakan rasa yang begitu luar biasa, cinta, benci, senang, sedih dan ribuan rasa yang di rasakan manusia. Selendang sutra tlah menutupi hati para pecinta, bercinta dalam ruang mereka, bukan kata lagi yang mereka utarakan tapi perasaan yang mereka mainkan, waktu jadi saksi saat itu.&lt;br /&gt;Alam ini tlah menghamparkan ribuan keadaan. Ada tambatan hati yang ingin di mengerti oleh sang penambat, namun sang penambat sukar untuk mengerti apa yang di ingini sang tambatan. Di selang waktu tambatan hati menari dan bermain-main dalam ruang yang sempit namun tak terbatas, kadang wajahnya menumbuhkan esensi yang indah, ucapanya  menuntun segala peraduan menjadi keindahan. Wanita ingin di mengerti, sedang lelaki?.&lt;br /&gt;Diam bukan hayalan, perkataan bukan hanya ucapan, ada makna di balik itu semua, hati sang lelaki saat ini masih mencari penuntun hidup, ia tak malu belajar pada wanita, karna ia juga pernah belajar pada orang yang bodoh. Ada sang tambatan hati yang ia banggakan untuk itu, namun sang tambatan hati tlah mabuk dan tenggelam di dunianya, sang lelaki kadang kala diam kadang pula berkata pada sang tambatan “padamkan api itu sebelum api itu membakar seluruh kapas ini”.&lt;br /&gt;Lihat matahari itu, kini ia tlah memucuk sebentar lagi ia akan pulang kebelahan jagad raya yang lainya.&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;“Wahai Tuhan tegakkanlah tubuhku dan adakanlah  sayap untukku agar aku dapat mengepakanya dan  terbang jauh menjemputnya di sana, akan ku papah dirinya di bahuku lalu terbang tinggi ke angkasa, kan ku bimbing ia untuk memelukku erat-erat agar tak terjatuh dan jauh.&lt;br /&gt; ]&lt;br /&gt;Bulan kini meredup menutupi dirinya dengan awan hitam saat melihat itu, keadaan langit menjadi gelap, namun aku dapat jelas melihat raut muka sang kekasih lewat cahanya matanya”.&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;Wahai Tuhan tunjukan jalan agar aku dapat memasuki ruang hatinya, agar aku dapat mengetahui apa yang ia rasakan saat ini dan kelak nanti dan agar aku mengetahiu kebenaran tentang hal hang masih aku pertanyakan. &lt;br /&gt;] &lt;br /&gt;Sepenggalan kata benyak ku alunkan&lt;br /&gt;Lewat perantara mulutku dan tulisanku&lt;br /&gt;Ada kesadaran yang terbatas di situ&lt;br /&gt;Aku bukan Qays yang mendamba laila dengan seperti itu&lt;br /&gt;karna aku belum mampu..&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;Bukan penulis yang bodoh&lt;br /&gt;belajar menilik  dirinya lewat perantara sang  kekasihnya.&lt;br /&gt; ]&lt;br /&gt;Beberapa perempuan menyebutku si angkuh&lt;br /&gt;itu bukan jubah yang kusuka wahai kekasih&lt;br /&gt;jika angkuh itu tak baik di mata mu tentu akan lebih tidak baik di mata saudaraku&lt;br /&gt;katakan tak usah malu, apa yang sebaiknya ku lakukan?.&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;Ada keadaan yang masih kunanti, keajaiban tuhan yang ku tunggu. Kuringankan langkah kakiku saat berdekatan dengan sang tambatan hati, ku pelankan ucapanku saat itu lirih semakin lirih dan tak lama kemudian hilang terbekap dalam ruang itu. Diam bukan berarti tak berkata, bersuara bukan berarti tak memuja.&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;Kalbuku tlah ku suguhkan agar menjadi penawar hatinya&lt;br /&gt;cinta masuk kehati ini tanpa kami undang&lt;br /&gt;ia masuk seperti penyamun yang mahir&lt;br /&gt;tak tampak namun terasa.&lt;br /&gt;]&lt;br /&gt;Di raut wajahmu ada hal yang kau sembunyikan hingga senyum itu enggan kau tunjukan. Cinta berkata padaku lewat perantara matamu Ia bagai ilham langit yang menerobos dan bersemayam di hatiku, Ia duduk dan menunggu hingga aku mengerti apa yang ia utarakan, namun bukan aku menjadi mengerti malah alam fikiranku samakin tak mengerti.&lt;br /&gt;Sore itu sang tambatan hati mengeluhkan rasa sakit yang ia derita, jika saja aku seorang tabib tentu aku akan obati sang tambatan hati itu dengan penawarnya.&lt;br /&gt;]  &lt;br /&gt;Mukadimah hati dalam kasidah cinta membuat manusia menari dan bernyayi dalam taman sang nabi, mabuk karna anggur yang tlah tertuangkan di cawan yang di sajikan para sang pecinta, tertidur di permadani yang terhampar luas di bawah singgasananya. Cinta berawal di alam lahut cinta barakhir pula di alam lahut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-7958964422145951783?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/7958964422145951783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=7958964422145951783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7958964422145951783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7958964422145951783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/07/mukadimah.html' title='Mukadimah'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-580364124561787254</id><published>2007-06-22T16:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-22T17:03:57.277+07:00</updated><title type='text'>Hasan Al Bana Dan Ikhwanul Muslim</title><content type='html'>Dunia Islam khususnya di Mesir pada sekitar pertengahan abad dua puluh mempunyai tokoh kharismatis yang memperjuangkan Islam melalui sebuah tradisi penegakkan Islam melalui keluarga (al-usrah). Kelompok-kelompok usroh inilah yang dikenal dengan nama gerakan ikhwanul Muslimin, sedangkan tokohnya adalah Hasan Al-Banna. Gerakan ini menekankan pada aspek penegakkan syariat Islam dengan penuh keyakinan dan keikhlasan dibandingkan pada perkembangan pemikiran Islam modern.&lt;br /&gt;Ketika Ikhwanul Muslimin didirikan tahun 1928, pada saat itu Hasan Al-Bana baru berusia 22 tahun yang bekerja sebagai seorang guru. Gerakan ini merupakan gerakan paling berpengaruh pada abad dua puluh yang mengarahkan kembali masyarakat Muslim ke tatanan Islam Murni. Hasan Al-Banna dalam gerakannya untuk mengubah mode intelektual elite menjadi gejala popular yang kuat pengaruhnya pada interaksi antara agama dan politik, bukan saja di Mesir, namun juga di dunia Arab dan Muslim.&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna merupakan tokoh kharismatis yang begitu dicintai oleh pengikutnya. Cara memimpin jamaahnya bagai seorang syaikh sufi memimpin tarekatnya. Banna dalam segi gerakan sangat memperhatikan fungsi setiap komponen organisasi. Unit terkecil yakni usrah (keluarga) menurutnya memiliki tiga tiang. Yang pertama adalah saling kenal, yang akan menjamin persatuan. Kedua, anggota usroh harus saling memahami satu sama lain, dengan saling menasehati. Dan yang ketiga adalah memperlihatkan solidaritas dengan saling membantu. Bagi Hasan Al-Banna al-usroh merupakan mikrokosmos masyarakat Muslim ideal, di mana sikap orang beriman terhadap satu sama lain seperti saudara, dan sama-sama berupaya meningkatkan segi religius, sosial, dan kultural kehidupan mereka.&lt;br /&gt;Pemikiran Hasan Al-Bana ini tidak terlepas dari kehidupan masa kecilnya. Banna dibesarkan di kota delta Mesir, Mahmudiah. Ayahnya, selain tukang reparasi jam, yang juga ulama. Pada umumnya masyarakat Mesir, Banna mengikuti jejak ayahnya. Banna belajar mereparasi jam, dan mendapat pendidikan agama dasar. Ketika berumur dua belas tahun ia masuk sekolah dasar negeri. Pada saat itu juga ia mengikuti kelompok Islam, Himpunan Perilaku Bermoral. Yang menekankan kewajiban kepada anggotanya untuk mengikuti Islam dengan seksama dan menjatuhkan hukum kepada yang melanggar. Banna pada saat itu juga mengikuti Himpunan Pencegah Kemungkaran yang menekankan agar menjalankan ritual dan moralitas Islam sepenuhnya, dan mengirimkan surat ancaman kepada yang ketahuan melanggar standar Islam. Dan pada usia tiga belas tahun ia mengikuti tarekat sufi Hasafiyah, yang kemudian banyak mempengaruhi dirinya.&lt;br /&gt;Pada 1923 Banna pergi ke Kairo, untuk masuk Dar Al-‘Ulum sekolah tinggi guru Mesir. Selama lima tahun di kota ini ia langsung mengalami westernisasi kultural Mesir, yang bagi dia merupakan ateisme dan ketakbermoralan. Banna juga memprihatinkan melihat usaha Mustafa Kemal Ataturk untuk menghapus kekhalifahan dan program Kemal untuk mensekularkan Turki. Gerakan di Mesir yang mendirikan universitas negeri sekular pada 1925, menurut Banna merupakan langkah pertama meniru Turki mencampakkan Islam. Dia juga memandang dengan prihatin banjir artikel koran dan buku yang mempromosikan nilai sekular Barat.&lt;br /&gt;Hal inilah yang membuat Banna prihatin. Untuk mewujudkan visi Islam sejati dan meluncurkan perjuangan melawan dominasi asing, ia mendirikan Ikwanul Muslimin pada bulan Maret 1928. Seiring dengan perkembangan Ikhwanul Muslimin yang pesat, Banna mengembangkan struktur administrasi yang memungkinkan Banna memegang kendali kuat. Selama sepuluh tahun berikutnya, Ikhwan menerbitkan persnya sendiri, berkalanya sendiri dan program budayanya sendiri.&lt;br /&gt;Kian besarnya organisasi ini membawa Banna terlibat dalam politik nasional. Pada 1936, Banna menulis surat kepada raja, perdana menteri, dan penguasa Arab lainnya, agar mempromosikan tatanan Islam. Kemudian Hasan Al-Banna juga menyerukan untuk membubarkan partai-partai politik di Mesir, karena partai-partai itu korupsi dan berdampak memecah-belah negara. Setelah perang, Ikhwan berperan penting dalam kampanye yang dilancarkan berbagai kelompok di Mesir menentang pendudukan Inggeris. Pada Desember 1948, seorang anggota Ikhwan membunuh perdana menteri. Pihak berwenang Mesir menyerang balik : beberapa anggota polisi rahasia membunuh Hasan Al-Banna pada 12 Februari 1949.&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna dengan segala kegigihannya telah berjuang untuk menegakkan tatanan Islam. Hasan Al-Bana merupakan figur yang dengan keikhlasannya telah memperjuangkan nilai-nilai Islam. Usahanya yang tak kenal lelah dalam membangun masyarakat muslim yang berawal keluarga dapat menjadi contoh kita membuat gerakan dakwah melalui tatanan sosial yang paling kecil itu.(Pub.Net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-580364124561787254?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/580364124561787254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=580364124561787254&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/580364124561787254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/580364124561787254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/hasan-al-bana-dan-ikhwanul-muslim.html' title='Hasan Al Bana Dan Ikhwanul Muslim'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-5401030908040243818</id><published>2007-06-22T01:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:56.964+07:00</updated><title type='text'>CINTA TUHAN DI TEMPAT MATAHARI TERBIT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnrK3aijIPI/AAAAAAAAABk/TWt8tsavFWY/s1600-h/tu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078594583179501810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnrK3aijIPI/AAAAAAAAABk/TWt8tsavFWY/s400/tu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnrKw6ijIOI/AAAAAAAAABc/Urdtt7ZmFhk/s1600-h/tu.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CINTA TUHAN DI TEMPAT MATAHARI TERBIT (2)&lt;br /&gt;Tariqat-Qadariah-Naqsyabandiah&lt;br /&gt;(Budy Munawar Rahman &amp;amp; AA Ismail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan tasauf dan tarekat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari&lt;br /&gt;pesantren. Keduanya bagaikan ikan dengan air. Tetapi tidak semua pesantren&lt;br /&gt;menjadi pusat pengembangan tarekat. Di Jawa, hanya ada empat pesantren yang&lt;br /&gt;tergolong sebagai pusat perkembangan tarekat, satu diantaranya PP Suryalaya,&lt;br /&gt;yang artinya "tempat matahari terbit". Sebuah pesantren di Kampung Godebag,&lt;br /&gt;Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah berumur lebih dari 90 th.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren yang didirikan oleh Syeh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad,&lt;br /&gt;bergelar Mbah Sepuh, sejak berdiri memang diarahkan menjadi pusat&lt;br /&gt;pengembangan Tariqat Qadiriah dan Naqsyabandiah. Dua buah tarekat ini pada&lt;br /&gt;penghujung abad XX banyak diamalkan di Turki, Pakistan, Malaysia dan&lt;br /&gt;Indonesia. Keduanya adalah tarekat mu'tabarah, yakni tarekat yang diakui&lt;br /&gt;kebenarannya bersumber dari Quran dan Hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "tarekat" berasal dari bahasa Al-Quran, "thariqah", yang berarti jalan,&lt;br /&gt;cara, metode. Ynag dimaksud di sini adalah metode/jalan mendekatkan diri&lt;br /&gt;kepada Allah- taqarub ila Allah -- berupa amalan yang ditentukan dan&lt;br /&gt;dicontohkan Rasulullah saw dan dikerjakan oleh para sahabat dan tabiin, dan&lt;br /&gt;diturunkan secara turun temurun sampai pada guru-guru tarikat. Transmisi&lt;br /&gt;rohaniah guru tarekat kepada guru yang lebih muda disebut "silsilah&lt;br /&gt;tarekat". Sedangkan guru tarekat disebut "mursyid" yaitu orang yang mendapat&lt;br /&gt;amanat untuk membimbing murid-murid dalam mendekatkan diri kepada Allah,&lt;br /&gt;setelah mendapat ijazah atau "hirqah shufiah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarekat adalah "the inner and asetoric dimension of Islam", suatu istilah&lt;br /&gt;yang berpadanan dengan perkataan "al-bawathin" dalam literatur tasauf bahasa&lt;br /&gt;Arab. Istilah ini sering dpertentangkan dengan "al-syari'ah" yang merupakan&lt;br /&gt;dimensi luar ajaran Islam, yang sering disebut "al-zhawahir". kedua istilah&lt;br /&gt;ini berarti jalan. namun thariqah berarti jalan kecil, sedang syari'ah&lt;br /&gt;berarti jalan besar. Dua jalan ini harus dilalui dengan baik, dengan&lt;br /&gt;mengamalkan keduanya secara seimbang agar ibadah benar-benar paripurna,&lt;br /&gt;lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di PP Suryalaya, sejak masa Abah Sepuh hingga masa Abah Anom -- panggilan&lt;br /&gt;akrab KHA Shahibullah Wafa Tajul Arifin, sesepuh pesantren -- sejal tahun&lt;br /&gt;1956 sampai sekarang yangmenjadi amalan utama adalah dzikrullah: yaitu&lt;br /&gt;dzikir kepada Allah dengan mengucapkan "laa ilaaha illallah", setiap&lt;br /&gt;sembahyang minimal 165 kali. Namun diluar waktu sembahyangwajib pun tidak&lt;br /&gt;dilarangm bahkan dianjurkan, terutama bagi mereka yang sedang mabuk, atau&lt;br /&gt;hilang ingatan karena kecanduan narkotika. Dzikir yang satu ini disebut&lt;br /&gt;"dzikr jahr", yakni dzikr yang diucapkan dengan suara keras. Sebaliknya&lt;br /&gt;adalah "dzikr khafi", yaitu dzikr yang cukup diingat dalm hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarekat dzikir pertama (dzikir jahr) lazim deisebut tarekat Qadiriah,&lt;br /&gt;sedangkan tarekat yang kedua (dzikir khafi) terkenal dengan Tarekat&lt;br /&gt;Naqsyabandiah. Tarekat pertama dinisbahkan kepada seorang mursyid abad 12 M,&lt;br /&gt;Syekh Abdul Qadir Jailani (w.1166 M), yang berada disilsilah no 19 dalam&lt;br /&gt;Tarekat Qadiriah, setelah Imam Musa al-Kazhim, Ja'far as-Shadiq, Muhammad&lt;br /&gt;al-Baqir, Zainal Abidin, Husain b Ali, Ali b Abi Thalib. Sementara yang&lt;br /&gt;menduduki peringkat pertama adalah Rasulullah saw. sendiri. Nama-nama&lt;br /&gt;mursyid tersebut hampir semuanya berasal dari ahl bait.&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan Syekh Abdul Qadir Jailani yang meberi nama tarekat dzikir&lt;br /&gt;ini dengan namanya sendiri, tetapi seorang murid beliau yang paling dekat,&lt;br /&gt;bahakn kemudian menjadi mursyid tarekat ini, yaitu Syekh Abdul Aziz ,&lt;br /&gt;mursyid Qadiriah ke 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama tarekat ini tampaknya tidak begitu dipersoalkan oelh pihak pondok. yang&lt;br /&gt;dipentingkan adalah amalan yang konseisten. Satu hal yang perlu dicatat&lt;br /&gt;adalah bahwa tarekat ini sejak masa Syekh Abdul Aziz sampai masa KHA&lt;br /&gt;Shahibul Wafa Tajul Arifin yang merupakan mursyid ke 37, tidak akan diganti&lt;br /&gt;nama lain. Nama Qadiriah akan terus diabadikan, sebagai penghormatan&lt;br /&gt;murid-murid tarekat ini kepada A. Qadir Jailani -- seorang yang dapat gelar&lt;br /&gt;sulthan al-awliya, raja para kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dzikir khafi mengacu pada pengamalan tarekat Naqsyabandiah, yaitu&lt;br /&gt;tarekat yang dinisbahkan kepada Syekh Muhammad Buhauddin naqsyabandi&lt;br /&gt;al-Uwaisi al-Bukhari (1296-1370 M) dari Bukhara, Soviet (dulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Suryalaya kedua tarekat ini dipadukan secara harmonis mejadi satu amalan&lt;br /&gt;yang serasi, yaitu pengamalan dzikir jahr (tarekat Qadiriah) dan pengamalan&lt;br /&gt;dzikr khafi (tarekat Naqsyabandiah). Tujuan kedua pengamalan mencakupdalam&lt;br /&gt;sebaris doa yang selalu diucapkan oelh ikhwan (anggota persaudaran tarekat)&lt;br /&gt;Suryalaya, yang berbunyi, "ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi a'thini&lt;br /&gt;mahabbataka wa ma'rifataka" ( Ya Tuhanku, hanya Engkau-lah yang kumaksud,&lt;br /&gt;dan keridhaan-Mu yang kucari. berilah kemampuan untuk bisa mencintai-Mu dan&lt;br /&gt;ma'rifat kepadamu). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-5401030908040243818?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/5401030908040243818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=5401030908040243818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/5401030908040243818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/5401030908040243818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/cinta-tuhan-di-tempat-matahari-terbit.html' title='CINTA TUHAN DI TEMPAT MATAHARI TERBIT'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnrK3aijIPI/AAAAAAAAABk/TWt8tsavFWY/s72-c/tu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-2299557286505224893</id><published>2007-06-21T23:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:56.988+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s1600-h/hendry.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078563509091115218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-2299557286505224893?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/2299557286505224893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=2299557286505224893&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/2299557286505224893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/2299557286505224893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/blog-post.html' title=''/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s72-c/hendry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-5188339668691586855</id><published>2007-06-21T23:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:57.133+07:00</updated><title type='text'>Syakh Ahmad Yassin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqniaijIMI/AAAAAAAAABM/uSDFmiMKSJY/s1600-h/Sheikh_Ahmed_Yassin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078555739495276738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqniaijIMI/AAAAAAAAABM/uSDFmiMKSJY/s320/Sheikh_Ahmed_Yassin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sheikh Ahmed Ismail Yassin (&lt;/span&gt;&lt;a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bahasa Arab&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;: الشيخ أحمد ياسين) dilahirkan di dekat kota &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Ashkelon" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ashkelon&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ashkelon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Mandat Inggris untuk Palestina" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mandat_Inggris_untuk_Palestina&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mandat Inggris untuk Palestina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; saat itu. Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti:menurut paspor &lt;/span&gt;&lt;a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Palestinanya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, ia lahir pada &lt;/span&gt;&lt;a title="1 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Januari"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1 Januari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1929" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1929"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1929&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, namun ia telah menyatakan sebenarnya telah lahir pada &lt;/span&gt;&lt;a title="1938" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1938"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1938&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Sedangkan sumber Palestina mendaftarkan tahun lahirnya ialah &lt;/span&gt;&lt;a title="1937" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1937"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1937&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Saat masih &lt;/span&gt;&lt;a title="Kanak-kanak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanak-kanak"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;kanak-kanak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, ia dan keluarganya telah dipaksa menjadi pengungsi yang diakibatkan oleh perang dengan &lt;/span&gt;&lt;a title="Israel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Israel"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1948" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1948"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1948&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Yassin mendirikan Hamas - &lt;/span&gt;&lt;a title="Al-Harakatul Muqawwamatul Islamiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Harakatul_Muqawwamatul_Islamiyah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;al-Harakatul Muqawwamatul Islamiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; - dengan rekannya &lt;/span&gt;&lt;a title="Abdel Aziz al-Rantissi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdel_Aziz_al-Rantissi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Abdel Aziz al-Rantissi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Khaled Meshal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khaled_Meshal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Khaled Meshal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1987" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1987&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Sheikh Ahmed adalah seorang &lt;/span&gt;&lt;a title="Tuna netra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tuna_netra"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;tuna netra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan juga seorang &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Paraplegic" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paraplegic&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;paraplegic&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; akibat kecelakaan &lt;/span&gt;&lt;a title="Olahraga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;olahraga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada masa muda-nya sehingga beliau harus menggunakan &lt;/span&gt;&lt;a title="Kursi roda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kursi_roda"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;kursi roda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; sepanjang sisa hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;a class="external autonumber" title="http://islam.about.com/b/a/073913.htm" href="http://islam.about.com/b/a/073913.htm" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Ia merupakan pejuang &lt;/span&gt;&lt;a title="Intifadhah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intifadhah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Intifadhah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jihad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jihad"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;mujahid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="Dakwah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;dakwah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang berjuang menegakkan &lt;/span&gt;&lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan penghulu pejuang Palestina.&lt;br /&gt;Selain itu Sheikh Ahmed juga mempunyai 12 anak. Sheikh Ahmed Yassin tewas pada &lt;/span&gt;&lt;a title="Senin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senin"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="22 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Maret"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;22 Maret&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="2004" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2004"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; ketika &lt;/span&gt;&lt;a title="Helikopter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helikopter"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;helikopter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Israel menghantam 3 &lt;/span&gt;&lt;a title="Roket" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roket"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;roket&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; ke kendaraannya seusai &lt;/span&gt;&lt;a title="Solat Subuh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solat_Subuh"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;solat Subuh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.(Pub.Net)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-5188339668691586855?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/5188339668691586855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=5188339668691586855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/5188339668691586855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/5188339668691586855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/syakh-ahmad-yassin.html' title='Syakh Ahmad Yassin'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqniaijIMI/AAAAAAAAABM/uSDFmiMKSJY/s72-c/Sheikh_Ahmed_Yassin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-4699466562501111162</id><published>2007-06-21T23:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:57.269+07:00</updated><title type='text'>Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqmcaijILI/AAAAAAAAABE/uO1Vjg5glng/s1600-h/abah+anom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078554536904433842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqmcaijILI/AAAAAAAAABE/uO1Vjg5glng/s320/abah+anom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin yang dikenal dengan nama Abah Anom, dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Beliau adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah. Pada usia delapan tahun Abah Anom masuk Sekolah Dasar (Verfolg School) di Ciamis antara tahun 1923-1928. Kemudian ia masuk Sekolah Menengah semacan Tsanawiyah di Ciawi Tasikmalaya. Pada tahun 1930 Abah Anom memulai perjalanan menuntut ilmu agama Islam secara lebih khusus. Beliau belajar ilmu fiqih dari seorang Kyai terkenal di Pesantren Cicariang Cianjur, kemudian belajar ilmu fiqih, nahwu, sorof dan balaghah kepada Kyai terkenal di Pesantren Jambudipa Cianjur. Setelah kurang lebih dua tahun di Pesantren Jambudipa, beliau melanjutkan ke Pesantren Gentur, Cianjur yang saat itu diasuh oleh Ajengan Syatibi.Dua tahun kemudian (1935-1937) Abah Anom melanjutkan belajar di Pesantren Cireungas, Cimelati Sukabumi. Pesantren ini terkenal sekali terutama pada masa kepemimpinan Ajengan Aceng Mumu yang ahli hikmah dan silat. Dari Pesatren inilah Abah Anom banyak memperoleh pengalaman dalam banyak hal, termasuk bagaimana mengelola dan memimpin sebuah pesantren. Beliau telah meguasai ilmu-ilmu agama Islam. Oleh karena itu, pantas jika beliau telah dicoba dalam usia muda untuk menjadi Wakil Talqin Abah Sepuh. Percobaan ini nampaknya juga menjadi ancang-ancang bagi persiapan memperoleh pengetahuan dan pengalaman keagaman di masa mendatang. Kegemarannya bermain silat dan kedalaman rasa keagamaannya diperdalam lagi di Pesantren Citengah, Panjalu, yang dipimpin oleh H. Junaedi yang terkenal sebagai ahli alat, jago silat, dan ahli hikmah.Setelah menginjak usia dua puluh tiga tahun, Abah Anom menikah dengan Euis Siti Ru’yanah. Setelah menikah, kemudian ia berziarah ke Tanah Suci. Sepulang dari Mekah, setelah bermukim kurang lebih tujuh bulan (1939), dapat dipastikan Abah Anom telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman keagamaan yang mendalam. Pengetahuan beliau meliputi tafsir, hadits, fiqih, kalam, dan tasawuf yang merupakan inti ilmu agama. Oleh Karena itu, tidak heran jika beliau fasih berbahasa Arab dan lancar berpidato, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, sehingga pendengar menerimanya di lubuk hati yang paling dalam. Beliau juga amat cendekia dalam budaya dan sastra Sunda setara kepandaian sarjana ahli bahasa Sunda dalam penerapan filsafat etnik Kesundaan, untuk memperkokoh Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Bahkan baliaupun terkadang berbicara dalam bahasa Jawa dengan baik.Ketika Abah Sepuh Wafat, pada tahun 1956, Abah Anom harus mandiri sepenuhnya dalam memimpin pesantren. Dengan rasa ikhlas dan penuh ketauladan, Abah Anom gigih menyebarkan ajaran Islam. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren Suryalaya tetap konsisten kepada Tanbih, wasiat Abah Sepuh yang diantara isinya adalah taat kepada perintah agama dan negara. Maka Pondok Pesantren Suryalaya tetap mendukung pemerintahan yang sah dan selalu berada di belakangnya.Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah kegamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah. Didirikannya Pondok Remaja Inabah sebagai wujud perhatian Abah Anom terhadap kebutuhan umat yang sedang tertimpa musibah. Berdirinya Pondok Remaja Inabah membawa hikmah, di antaranya menjadi jembatan emas untuk menarik masyarakat luas, para pakar ilmu kesehatan, pendidikan, sosiologi, dan psikologi, bahkan pakar ilmu agama mulai yakin bahwa agama Islam dengan berbagai disiplin Ilmunya termasuk tasawuf dan tarekat mampu merehabilitasi kerusakan mental dan membentuk daya tangkal yang kuat melalui pemantapan keimanan dan ketakwaan dengan pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Abah Anom menunjuk tiga orang pengelola, yaitu KH. Noor Anom Mubarok BA, KH. Zaenal Abidin Anwar, dan H. Dudun Nursaiduddin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-4699466562501111162?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/4699466562501111162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=4699466562501111162&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/4699466562501111162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/4699466562501111162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/syekh-ahmad-shohibul-wafa-tajul-arifin.html' title='Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqmcaijILI/AAAAAAAAABE/uO1Vjg5glng/s72-c/abah+anom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-6518995924713444673</id><published>2007-06-21T23:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:57.399+07:00</updated><title type='text'>Syekh abdullah Mubarok</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqlw6ijIKI/AAAAAAAAAA8/pmMtvLTtN3A/s1600-h/abah+sepeuh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078553789580124322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqlw6ijIKI/AAAAAAAAAA8/pmMtvLTtN3A/s320/abah+sepeuh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh, lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang (sekarang, Kp Cicalung Desa Tanjungsari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) dari pasangan Rd Nura Pradja (Eyang Upas, yang kemudian bernama Nur Muhammad) dengan Ibu Emah. Beliau dibesarkan oleh uwaknya yang dikenal sebagai Kyai Jangkung. Sejak kecil, beliau sudah gemar mengaji/mesantren dan membantu orang tua dan keluarga, serta suka memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan agama dalam bidang akidah, fiqih, dan lain-lain di tempat orang tuanya. Di Pesantren Sukamiskin Bandung beliau mendalami fiqih, nahwu, dan sorof. Beliau kemudian mendarmabaktikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat dengan mendirikan pengajian di daerahnya dan mendirikan pengajian di daerah Tundagan Tasikmalaya. Beliau kemudian menunaikan ibadah Haji yang pertama&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Walaupun Syaikh Abdullah Mubarok telah menjadi pimpinan dan mengasuh sebuah pengajian pada tahun 1890 di Tundagan Tasikmalaya, beliau masih terus belajar dan mendalami ilmu Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah kepada Mama Guru Agung Syaikh Tolhah bin Talabudin di daerah Trusmi dan Kalisapu Cirebon. Setelah sekian lamanya pulang-pergi antara Tasikmalaya-Cirebon untuk memperdalam ilmu tarekat, akhirnya beliau memperoleh kepercayaan dan diangkat menjadi Wakil Talqin. Sekitar tahun 1908 dalam usia 72 tahun, beliau diangkat secara resmi (khirqoh) sebagai guru dan pemimpin pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah oleh Syaikh Tolhah. Beliau juga memperoleh bimbingan ilmu tarekat dan (bertabaruk) kepada Syaikh Kholil Bangkalan Madura dan bahkan memperoleh ijazah khusus Shalawat Bani Hasyim.&lt;br /&gt;Karena situasi dan kondisi di daerah Tundagan kurang menguntungkan dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, beliau beserta keluarga pindah ke Rancameong Gedebage dan tinggal di rumah H. Tirta untuk sementara. Selanjutnya beliau pindah ke Kampung Cisero (sekarang Cisirna) jarak 2,5 km dari Dusun Godebag dan tinggal di rumah ayahnya. Pada tahun 1904 dari Cisero Abah Sepuh beserta keluarganya pindah ke Dusun Godebag. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad kemudian dan bermukim dan memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai akhir hayatnya. Beliau memperoleh gelar Syaikh Mursyid. Dalam perjalanan sejarahnya, pada tahun 1950, Abah Sepuh hijrah dan bermukim di Gg Jaksa No 13 Bandung. Sekembalinya dari Bandung, beliau bermukim di rumah H Sobari Jl Cihideung No 39 Tasikmlaya dari tahun 1950-1956 sampai beliau wafat.Setelah menjalani masa yang cukup panjang, Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad-sebagai Guru Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dengan segala keberhasilan yang dicapainya melalui perjuangan yang tidak ringan, dipanggil Al Khaliq kembali ke Rahmatullah pada tangal 25 Januari 1956, dalam usia 120 tahun&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-6518995924713444673?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/6518995924713444673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=6518995924713444673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/6518995924713444673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/6518995924713444673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/syekh-abdullah-mubarok.html' title='Syekh abdullah Mubarok'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqlw6ijIKI/AAAAAAAAAA8/pmMtvLTtN3A/s72-c/abah+sepeuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-949070432451895826</id><published>2007-06-21T23:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:57.675+07:00</updated><title type='text'>Abdul Rahman Wahid (Gus Dur)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqlIqijIJI/AAAAAAAAAA0/45niEEU2Fxw/s1600-h/Gus_Dur-03.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078553098090389650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqlIqijIJI/AAAAAAAAAA0/45niEEU2Fxw/s320/Gus_Dur-03.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Dia dilahirkan di Denanyar, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jombang"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jombang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Walaupun Gus Dur selalu merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Agustus, sebenarnya hari lahir Gus Dur bukanlah tanggal itu. Sebagaimana juga dengan banyak aspek dalam hidupnya dan pribadinya, banyak hal tidaklah seperti apa yang terlihat. Memang Gus Dur dilahirkan pada hari keempat bulan kedelapan. Namun perlu diketahui bahwa tanggal itu menurut penanggalan Islam, yaitu bahwa ia dilahirkan pada bulan Sya'ban, bulan kedelapan dalam penanggalan itu. Sebenarnya tanggal 4 Sya'ban 1940 adalah tanggal &lt;/span&gt;&lt;a title="7 September" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_September"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;7 September&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Ayahnya, &lt;/span&gt;&lt;a title="K.H. Wahid Hasyim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/K.H._Wahid_Hasyim"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;K.H. Wahid Hasyim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, mantan menteri Agama tahun 1949. Kakek dari ayahnya adalah &lt;/span&gt;&lt;a title="K.H. Hasyim Asy'ari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/K.H._Hasyim_Asy"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;K.H. Hasyim Asy'ari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, pendiri jami'yah &lt;/span&gt;&lt;a title="Nahdlatul Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Ulama"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Nahdlatul Ulama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (NU), sebuah organisasi massa Islam terbesar di Indonesia. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri &lt;/span&gt;&lt;a title="Pondok Pesantren" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pondok Pesantren&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Denanyar Jombang. Kakek dari ibunya adalah K.H. Bisri Syamsuri juga merupakan tokoh NU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a title="SD" href="http://id.wikipedia.org/wiki/SD"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;SD&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Jombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jombang"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jombang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; lalu pindah ke &lt;/span&gt;&lt;a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan &lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;Sambil belajar di SMEP, Gus Dur juga mondok di pondok &lt;/span&gt;&lt;a title="Pesantren" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pesantren&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; Krapyak Yogyakarta&lt;br /&gt;Setamat SMEP, Gus Dur pindah mondok di pesantren Tegalrejo Magelang Jawa Tengah&lt;br /&gt;Setelah 2 tahun di Tegalrejo, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambak Beras Jombang&lt;br /&gt;Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat &lt;/span&gt;&lt;a title="Haji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;haji&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar &lt;/span&gt;&lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mesir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Tahun 1966 Gus Dur pindah ke Universitas Bagdad &lt;/span&gt;&lt;a title="Irak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Irak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, masuk di Department of Religion, sampai tahun 1970&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pada &lt;/span&gt;&lt;a title="11 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Agustus"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;11 Agustus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="2006" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Gadis Arivia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gadis_Arivia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Gadis Arivia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan Gus Dur mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Tasrif Award-AJI" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tasrif_Award-AJI&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tasrif Award-AJI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006. Penghargaan ini diberikan oleh &lt;/span&gt;&lt;a title="Aliansi Jurnalis Independen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aliansi_Jurnalis_Independen"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aliansi Jurnalis Independen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (AJI). Gus Dur dan Gadis dinilai memiliki semangat, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi, persamaan hak, semangat keberagaman, dan demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;Gus Dur dan Gadis dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari budayawan &lt;/span&gt;&lt;a title="Butet Kertaradjasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butet_Kertaradjasa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Butet Kertaradjasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, pemimpin redaksi &lt;/span&gt;&lt;a title="The Jakarta Post" href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_Jakarta_Post"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;The Jakarta Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Endy Bayuni" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Endy_Bayuni&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Endy Bayuni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, dan Ketua &lt;/span&gt;&lt;a title="Komisi Nasional Perempuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Nasional_Perempuan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Komisi Nasional Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Chandra Kirana" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chandra_Kirana&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Chandra Kirana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Mereka berhasil menyisihkan 23 kandidat lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-949070432451895826?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/949070432451895826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=949070432451895826&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/949070432451895826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/949070432451895826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/abdul-rahman-wahid-gus-dur.html' title='Abdul Rahman Wahid (Gus Dur)'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqlIqijIJI/AAAAAAAAAA0/45niEEU2Fxw/s72-c/Gus_Dur-03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-608695961955248569</id><published>2007-06-21T23:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:57.955+07:00</updated><title type='text'>Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqjQKijIII/AAAAAAAAAAs/meGHganlKJE/s1600-h/Maridjan_Kartosuwirjo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078551027916152962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqjQKijIII/AAAAAAAAAAs/meGHganlKJE/s320/Maridjan_Kartosuwirjo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (lahir di &lt;/span&gt;&lt;a title="Cepu, Blora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cepu,_Blora"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cepu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="7 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Januari"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;7 Januari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1905" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1905"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1905&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; - September &lt;/span&gt;&lt;a title="1962" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1962&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;) adalah seorang &lt;/span&gt;&lt;a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;ulama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; karismatik. Sejarah Indonesia mencatat nama Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sebagai pemberontak yang memproklamirkan &lt;/span&gt;&lt;a title="Negara Islam Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Negara Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (NII) di &lt;/span&gt;&lt;a title="Tasikmalaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasikmalaya"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tasikmalaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1949&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Kartosoewirjo sempat mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Kedokteran (Nederlands Indische Artsen School). Kiprah politiknya berawal saat ia menjadi murid sekaligus sekretaris pribadi tokoh Partai &lt;/span&gt;&lt;a title="Sarekat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sarekat Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="H. O. S. Tjokroaminoto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/H._O._S._Tjokroaminoto"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;H. O. S. Tjokroaminoto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Karirnya kemudian melejit menjadi sekretaris jenderal &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Partai Serikat Islam Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partai_Serikat_Islam_Indonesia&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Partai Serikat Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (PSII). PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam. Kartosoewirjo kemudian bercita-cita untuk mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah). Di PSII ia menemukan jodohnya. Ia menikah dengan Umi Kalsum, anak seorang tokoh PSII di Malangbong. Ia kemudian keluar dari PSII dan mendirikan Komite Pembela Kebenaran Partai Sarekat Islam Indonesia (KPKPSII).&lt;br /&gt;Pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, Kartosoewirjo terlibat aktif tetapi sikap kerasnya membuatnya sering bertolak belakang dengan pemerintah, termasuk ketika ia menolak pemerintah pusat agar seluruh Divisi Siliwangi melakukan long march ke &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Perintah long march itu merupakan konsekuensi dari &lt;/span&gt;&lt;a title="Perjanjian Renville" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Renville"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Perjanjian Renville&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang sangat mempersempit wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Kartosoewirjo juga menolak posisi menteri yang ditawarkan &lt;/span&gt;&lt;a title="Amir Sjarifuddin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Sjarifuddin"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Amir Sjarifuddin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang saat itu menjabat &lt;/span&gt;&lt;a title="Perdana Menteri Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdana_Menteri_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Perdana Menteri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Kekecewaannya terhadap pemerintah pusat semakin membulatkan tekadnya untuk membentuk Negara Islam Indonesia. Kartosoewirjo kemudian memproklamirkan NII pada &lt;/span&gt;&lt;a title="7 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Agustus"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;7 Agustus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1949&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Tercatat beberapa daerah menyatakan menjadi bagian dari NII antara lain &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Sulawesi Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sulawesi Selatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Kalimantan Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kalimantan Selatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Aceh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aceh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pemerintah Indonesia kemudian bereaksi dengan menjalankan operasi untuk menangkap Kartosoewirjo. Gerilya NII melawan pemerintah berlangsung lama. Perjuangan Kartosoewirjo berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Gunung Rakutak" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gunung_Rakutak&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Gunung Rakutak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada &lt;/span&gt;&lt;a title="4 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/4_Juni"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;4 Juni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1962" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1962&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada September 1962.(Pub.Net)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-608695961955248569?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/608695961955248569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=608695961955248569&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/608695961955248569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/608695961955248569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/sekarmadji-maridjan-kartosoewirdjo.html' title='Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqjQKijIII/AAAAAAAAAAs/meGHganlKJE/s72-c/Maridjan_Kartosuwirjo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-1504603053014977129</id><published>2007-06-21T23:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:58.133+07:00</updated><title type='text'>Hasan Al Bana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqibKijIHI/AAAAAAAAAAk/DbLZ6gB9Hcg/s1600-h/Hassan_Al_Bana.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078550117383086194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqibKijIHI/AAAAAAAAAAk/DbLZ6gB9Hcg/s320/Hassan_Al_Bana.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hasan al-Banna dilahirkan pada tanggal &lt;/span&gt;&lt;a title="14 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/14_Oktober"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;14 Oktober&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1906" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1906"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1906&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, &lt;/span&gt;&lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mesir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pada usia 12 tahun, Hasan al-Banna telah menghafal separuh isi &lt;/span&gt;&lt;a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Ia adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus sebagai pendiri dan pimpinan &lt;/span&gt;&lt;a title="Ikhwanul Muslimin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimin"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (Persaudaraan Muslimin).&lt;br /&gt;Ia memperjuangkan &lt;/span&gt;&lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; menurut visinya hingga dibunuh oleh penembak misterius yang oleh banyak kalangan diyakini sebagai penembak 'titipan' pemerintah pada &lt;/span&gt;&lt;a title="12 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Februari"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;12 Februari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1949&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Kairo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kairo"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kairo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Kepergian Hasan al-Banna pun menjadi duka berkepanjangan bagi umat Islam. Ia mewariskan 2 karya monumentalnya, yaitu Catatan Harian Dakwah dan Da'i serta Kumpulan Surat-surat. Selain itu Hasan al-Banna mewariskan semangat dan teladan dakwah bagi seluruh aktivis dakwah saat ini.(Pub.net)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-1504603053014977129?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/1504603053014977129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=1504603053014977129&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1504603053014977129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1504603053014977129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/hasan-al-bana.html' title='Hasan Al Bana'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqibKijIHI/AAAAAAAAAAk/DbLZ6gB9Hcg/s72-c/Hassan_Al_Bana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-7716847651635467597</id><published>2007-06-21T23:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:58.298+07:00</updated><title type='text'>Abu Bakar Ba'asyir</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqhVKijIGI/AAAAAAAAAAc/dO79S7m-klY/s1600-h/Abu+bakar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078548914792243298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqhVKijIGI/AAAAAAAAAAc/dO79S7m-klY/s320/Abu+bakar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir yang akrab dipanggil Ustadz Abu, divonis Mahkamah Agung bebas dari dakwaan terkait dengan kasus terorisme dan peledakan bom di Bali. Pemimpin Pondok Pesantren Al Mu'min, Solo, kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938, itu sebelumnya dihukum PN selama 2,5 tahun penjara atas dakwaan terlibat kasus terorisme.Direktur Pidana MA Zarof Ricar, Kamis 21/12/2006, kepada pers mengungkapkan keputusan Mahkamah Agung lewat majelis hakim yang dipimpin German Hoediarto yang mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) dari Ba’asyir. Permohonan itu diputuskan pada Kamis pagi 21/12/2006. Putusan itu dijatuhkan setelah lebih dari satu tahun sejak proses sidang PK itu digelar pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. PK itu diajukan tim penasihat hukum Ba’asyir menyikapi putusan MA tanggal 3 Agustus 2005. Dalam PK itu, tim penasihat hukum Ba’asyir mengajukan sejumlah saksi baru, seperti Ustadz Muzahir dari Forum Umat Islam Surakarta, Habib Rizieq, Amrozi, serta dua pengacara Amrozi, yaitu Qadhar Faisal dan Mirzen. Sebelumnya, oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan, pemimpin Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara atas dakwaan terlibat kasus terorisme. Putusan itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa, yang memintanya dihukum delapan tahun penjara. Putusan itu diperkuat dalam kasasi MA. Tanggal 14 Juni lalu Ba’asyir dibebaskan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin kala itu menegaskan, pembebasan itu murni karena pertimbangan hukum. Ba’asyir menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Seorang penasihat hukum Ba’asyir, Mahendradatta, mengatakan Ba’asyir menanggapi putusan itu sebagai kehendak Allah, tetapi belum diputuskan rencana menanggapi putusan itu.&lt;br /&gt;Perjalanan Hidup&lt;br /&gt;Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud yang biasa dipanggil Ustadz Abu dan nama lain Abdus Somad, ini lahir di Jombang pada 17 Agustus 1938. Dia seorang ustadz Muslim keturunan Arab. Dia juga dituding sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam. Berbagai badan intelijen menuduh Ba'asyir mempunyai hubungan dengan al-Qaeda. Ba'asyir membantah dia menjalin hubungan dengan JI, al-Qaeda atau terorisme. Ba'asyir merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.Ustadz Abu adalah lulusan Pondok Pesantren Gontor, Jombang, Jawa Timur (1959) dan Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad, Solo, Jawa Tengah (1963). Perjalanan karirnya dimulai dengan menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo. Selanjutnya menjabat Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo, dan terpilih menjadi Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (1961), Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam. Kemudian memimpin Pondok Pesantren Al Mu'min (1972) dan menjabat Ketua Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sejak 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 200010 Maret 1972, Pondok Pesantren Al-Mukmin didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdllah Baraja. Pondok Pesantren ini berlokasi di Jalan Gading Kidul 72 A, Desa Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Menempati areal seluas 8.000 meter persegi persisnya 2,5 kilometer dari Solo. Keberadaan pondok ini semula adalah kegiatan pengajian kuliah zuhur di Masjid Agung Surakarta. Membajirnya jumlah jamaah membuat para mubalig dan ustadz kemudian bermaksud mengembangkan pengajian itu menjadi Madrasah Diniyah.1983, Abu Bakar Ba'asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar. Dia dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Dia juga melarang santrinya melakukan hormat bendera karena menurut dia itu perbuatan syirik. Tak hanya itu, dia bahkan dianggap merupakan bagian dari gerakan Hispran (Haji Ismail Pranoto)--salah satu tokoh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Jawa Tengah. Di pengadilan, keduanya divonis 9 tahun penjara.11 Februari 1985, Ketika kasusnya masuk kasasi Ba'asyir dan Sungkar dikenai tahanan rumah, saat itulah Ba'asyir dan Abdullah Sungkar melarikan diri ke Malaysia. Dari Solo mereka menyebrang ke Malaysia melalui Medan. Menurut pemerintah AS, pada saat di Malaysia itulah Ba'asyir membentuk gerakan Islam radikal, Jamaah Islamiyah, yang menjalin hubungan dengan Al-Qaeda.1985-1999, Aktivitas Ustadz Baasyir di Singapura dan Malaysia ialah menyampaikan Islam kepada masyarakat Islam berdasarkan Al Quran dan Hadits yang dilakukan sebulan sekali dalam sebuah forum, yang hanya memakan waktu beberapa jam di sana. ia tidak membentuk organisasi atau gerakan Islam apapun. Selama di sana dia dan Abdullah Sungkar hanya mengajarkan pengajian dan mengajarkan sunah Nabi. Namun pemerintah Amerika Serikat memasukkan nama Ba'asyir sebagai salah satu teroris karena gerakan Islam yang dibentuknya yaitu Jamaah Islamiyah, terkait dengan jaringan Al-Qaeda.1999, Sekembalinya dari Malaysia, Ba'asyir langsung terlibat dalam pengorganisasian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang merupakan salah satu dari Organisasi Islam baru yang dinilai berbagai pihak bergaris keras. Organisasi ini bertekad menegakkan Syariah Islam di Indonesia.Tahun 200210 Januari 2002, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Muljadji menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung terhadap pemimpin tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir. Untuk itu, Kejari segera melakukan koordinasi dengan Polres dan Kodim Sukoharjo.25 Januari 2002, Abu Bakar Ba'asyir memenuhi panggilan untuk melakukan klarifikasi di Mabes Polri. Abu Bakar datang ke Gedung Direktorat Intelijen di Jakarta sekitar pukul 09.30. Saat konferensi pers, pengacara Abu Bakar Ba'asyir, Achmad Michdan, mengatakan, pemanggilan Abu Bakar Ba'asyir oleh Mabes Polri bukan bagian dari upaya Interpol untuk memeriksa Abu Bakar. "Pemanggilan itu merupakan klarifikasi dan pengayoman terhadap warga negara," tegas Achmad.28 Februari 2002, Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, menyatakan Indonesia, khususnya kota Solo sebagai sarang teroris. Salah satu teroris yang dimaksud adalah Abu Bakar Ba'asyir Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, yang disebut juga sebagai anggota Jamaah Islamiyah.19 April 2002, Ba'asyir menolak eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA), untuk menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun atas dirinya, dalam kasus penolakannya terhadap Pancasila sebagai azas tunggal pada tahun 1982. Ba'asyir menganggap, Amerika Serikat berada di balik eksekusi atas putusan yang sudah kadaluarsa itu.20 April 2002, Ba'asyir meminta perlindungan hukum kepada pemerintah kalau dipaksa menjalani hukuman sesuai putusan kasasi MA tahun 1985. Sebab, dasar hukum untuk penghukuman Ba'asyir, yakni Undang-Undang Nomor 11/PNPS/1963 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Subversi kini tak berlaku lagi dan pemerintah pun sudah memberi amnesti serta abolisi kepada tahanan dan narapidana politik (tapol/napol).April 2002, Pemerintah masih mempertimbangkan akan memberikan amnesti kepada tokoh Majelis Mujahidin Indonesia KH Abu Bakar Ba'asyir, yang tahun 1985 dihukum selama sembilan tahun oleh Mahkamah Agung (MA) karena dinilai melakukan tindak pidana subversi menolak asas tunggal Pancasila. Dari pengecekan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (Menkeh dan HAM) Yusril Ihza Mahendra, ternyata Ba'asyir memang belum termasuk tahanan politik/narapidana politik (tapol/napol) yang memperoleh amnesti dan abolisi dalam masa pemerintahan Presiden Habibie maupun Abdurrahman Wahid.8 Mei 2002, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memutuskan tidak akan melaksanakan eksekusi terhadap Abu Bakar Ba'asyir atas putusan Mahkamah Agung (MA) untuk menjalani hukuman pidana selama sembilan tahun penjara. Alasannya, dasar eksekusi tersebut, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 11/ PNPS/1963 mengenai tindak pidana subversi sudah dicabut dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebaliknya, Kejagung menyarankan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo (Jawa Tengah) untuk meminta amnesti bagi Ba'asyir kepada Presiden Megawati Soekarnoputri.8 Agustus 2002, Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia mengadakan kongres I di Yogyakarta untuk membentuk pimpinan Mujahidin. Terpilihlah Ustad Abu Bakar Ba'asyir sebagai ketua Mujahidin sementara.19 September 2002, Ba'asyir terbang ke Medan dan Banjarmasin untuk berceramah. Dari sana, ia kembali ke Ngruki untuk mengajar di pesantrennya.23 September 2002, Majalah TIME menulis berita dengan judul Confessions of an Al Qaeda Terrorist dimana ditulis bahwa Abu Bakar Ba'asyir disebut-sebut sebagai perencana peledakan di Mesjid Istiqlal. Time menduga Ba'asyir sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional yang beroperasi di Indonesia. TIME mengutip dari dokumen CIA, menuliskan bahwa pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba'asyir "terlibat dalam berbagai plot." Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Juni lalu dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afghanistan, yang diduduki AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan bungkam, akhirnya Al-Faruq mengeluarkan pengakuan--kepada CIA--yang mengguncang. Tak hanya mengaku sebagai operator Al-Qaeda di Asia Tenggara, dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir. Menurut berbagai laporan intelijen yang dikombinasikan dengan investigasi majalah Time, bahkan Ba'asyir adalah pemimpin spiritual kelompok Jamaah Islamiyah yang bercita-cita membentuk negara Islam di Asia Tenggara. Ba'asyir pulalah yang dituding menyuplai orang untuk mendukung gerakan Faruq. Ba'asyir disebut sebagai orang yang berada di belakang peledakan bom di Masjid Istiqlal tahun 1999. Dalam majalah Time edisi 23 September tersebut, Al-Farouq juga mengakui keterlibatannya sebagai otak rangkaian peledakan bom, 24 Desember 2000.25 September 2002, Dalam wawancara khusus dengan wartawan TEMPO, Ba'asyir mengatakan bahwa selama di Malaysia dia tidak membentuk organisasi atau gerakan Islam apapun. Selama di sana dia dan Abdullah Sungkar hanya mengajarkan pengajian dan mengajarkan sunah Nabi. "Saya tidak ikut-ikut politik. Sebulan atau dua bulan sekali saya juga datang ke Singapura. Kami memang mengajarkan jihad dan ada di antara mereka yang berjihad ke Filipina atau Afghanistan. Semua sifatnya perorangan," ungkapnya.1 Oktober 2002, Abu Bakar Ba'asyir mengadukan Majalah TIME sehubungan dengan berita yang ditulis dalam majalah tersebut tertanggal 23 September 2002 yang menurut Ba'asyir berita itu masuk dalam trial by the press dan berakibat pada pencemaran nama baiknya. Ba'asyir membantah semua tudingan yang diberitakan Majalah TIME. Ia juga mengaku tidak kenal dengan Al-Farouq.11 Oktober 2002, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir meminta pemerintah membawa Omar Al-Faruq ke Indonesia berkaitan dengan pengakuannya yang mengatakan bahwa ia mengenal Ba'asyir. Atas dasar tuduhan AS yang mengatakan keterlibatan Al-Farouq dengan jaringan Al-Qaeda dan aksi-aksi teroris yang menurut CIA dilakukannya di Indonesia, Ba'asyir mengatakan bahwa sudah sepantasnya Al-Farouq dibawa dan diperiksa di Indonesia.14 Oktober 2002, Ba'asyir mengadakan konferensi pers di Pondok Al-Islam, Solo. Dalam jumpa pers itu dia mengatakan peristiwa ledakan di Bali merupakan usaha Amerika Serikat untuk membuktikan tudingannya selama ini bahwa Indonesia adalah sarang teroris.17 Oktober 2002, Markas Besar Polri telah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir. Namun Ba'asyir tidak memenuhi panggilan Mabes Polri untuk memberi keterangan mengenai pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh majalah TIME.18 Oktober 2002, Ba'asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan juga sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali.Tahun 2005-20063 Maret 2005, Ba'asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi serangan bom 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003. Dia divonis 2,5 tahun penjara.17 Agustus 2005, masa tahanan Ba'asyir dikurangi 4 bulan dan 15 hari. Hal ini merupakan suatu tradisi pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dia dibebaskan pada 14 Juni 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Desember 2006, Mahkamah Agung lewat majelis hakim yang dipimpin German Hoediarto, memutuskan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI Abu Bakar Ba’asyir bebas dari dakwaan terkait dengan kasus terorisme dan peledakan bom di Bali&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-7716847651635467597?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/7716847651635467597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=7716847651635467597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7716847651635467597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/7716847651635467597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/abu-bakar-baasyir.html' title='Abu Bakar Ba&apos;asyir'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqhVKijIGI/AAAAAAAAAAc/dO79S7m-klY/s72-c/Abu+bakar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-1723075358761916026</id><published>2007-06-21T22:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:58.563+07:00</updated><title type='text'>Ahmad Dahlan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqcg6ijIFI/AAAAAAAAAAU/1SynHRr_gSs/s1600-h/Dahlan_1.jpg"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078543619097567314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqcg6ijIFI/AAAAAAAAAAU/1SynHRr_gSs/s320/Dahlan_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kyai Haji Ahmad Dahlan (&lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="1 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Agustus"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1 Agustus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1868" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1868"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1868&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="23 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/23_Februari"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;23 Februari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="1923" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1923"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1923&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;) adalah seorang &lt;/span&gt;&lt;a title="Pahlawan Nasional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pahlawan_Nasional_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pahlawan Nasional Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Beliau adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang &lt;/span&gt;&lt;a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;ulama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Khatib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatib"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;khatib&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; terkemuka di Masjid Besar Kasultanan &lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kasultanan &lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; pada masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Nama kecil K.H. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhanya saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Dalam silsilah ia termasuk keturunan yang kedua belas dari &lt;/span&gt;&lt;a title="Maulana Malik Ibrahim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Malik_Ibrahim"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara &lt;/span&gt;&lt;a title="Wali Songo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wali_Songo"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Wali Songo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991). Adapun silsilahnya ialah Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin KH. Abu Bakar bin KH. Muhammad Sulaiman bin Kyai Murtadla bin Kyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlullah (Prapen) bin Maulana 'Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).&lt;br /&gt;Pada umur 15 tahun, beliau pergi haji dan tinggal di &lt;/span&gt;&lt;a title="Mekah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mekah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti &lt;/span&gt;&lt;a title="Muhammad Abduh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Abduh"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Muhammad Abduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Al-Afghani" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al-Afghani&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Al-Afghani&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Rasyid Ridha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasyid_Ridha"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Rasyid Ridha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Ibnu Taimiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Taimiyah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1888" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1888"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1888&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, beliau berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;Pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1903" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1903"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1903&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, beliau bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, beliau sempat berguru kepada &lt;/span&gt;&lt;a title="Syeh Ahmad Khatib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syeh_Ahmad_Khatib"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Syeh Ahmad Khatib&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang juga guru dari pendiri &lt;/span&gt;&lt;a title="NU" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NU"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;NU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="K.H. Hasyim Asyari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/K.H._Hasyim_Asyari"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;K.H. Hasyim Asyari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1912" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1912"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1912&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, ia mendirikan &lt;/span&gt;&lt;a title="Muhammadiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di kampung &lt;/span&gt;&lt;a title="Kauman, Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kauman,_Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Kauman, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Siti Walidah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siti_Walidah&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Siti Walidah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Aisyiyah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aisyiyah&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aisyiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah (Kutojo dan Safwan, 1991). Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Ibu Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Beliau pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta (Yunus Salam, 1968: 9).&lt;br /&gt;Beliau dimakamkan di &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="KarangKajen" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=KarangKajen&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;KarangKajen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga tidak lupa akan tugasnya sebagai pribadi yang mempunyai tanggung jawab pada keluarganya. Disamping itu, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang &lt;/span&gt;&lt;a title="Batik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;batik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang saat itu merupakan profesi entrepreneurship yang cukup menggejala di masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jam'iyatul Khair" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jam%27iyatul_Khair&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jam'iyatul Khair&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Budi Utomo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Budi Utomo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Syarikat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syarikat_Islam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Syarikat Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Comite_Pembela_Kanjeng_Nabi_Muhammad_SAW&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;.&lt;br /&gt;Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi &lt;/span&gt;&lt;a title="Muhammadiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 Nopember 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen dan macam-macam tuduhan lain. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun rintangan-rintangan tersebut dihadapinya dengan sabar. Keteguhan hatinya untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut.&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Badan hukum" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Badan_hukum&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;badan hukum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah &lt;/span&gt;&lt;a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Itulah sebabnya kegiatannya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Srandakan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Srandakan&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Srandakan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Wonosari" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wonosari&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Wonosari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Imogiri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imogiri"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Imogiri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan lain-Iain tempat telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain. Misalnya &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Nurul Islam" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nurul_Islam&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Nurul Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Pekalongan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekalongan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pekalongan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Ujung Pandang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ujung_Pandang"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ujung Pandang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dengan nama &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Al-Munir" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al-Munir&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Al-Munir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, di &lt;/span&gt;&lt;a title="Garut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garut"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Garut&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dengan nama &lt;/span&gt;&lt;a title="Ahmadiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyah"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ahmadiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sidiq Amanah Tabligh Fathonah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sidiq_Amanah_Tabligh_Fathonah&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sidiq Amanah Tabligh Fathonah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam. Perkumpulan-perkumpulan dan Jama'ah-jama'ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, yang diantaranya ialah &lt;/span&gt;&lt;a title="Ikhwanul Muslimin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimin"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Taqwimuddin" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taqwimuddin&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Taqwimuddin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Cahaya Muda" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cahaya_Muda&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cahaya Muda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Hambudi-Suci" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hambudi-Suci&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hambudi-Suci&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Khayatul Qulub" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khayatul_Qulub&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Khayatul Qulub&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Priya Utama" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Priya_Utama&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Priya Utama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Dewan Islam" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dewan_Islam&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dewan Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Thaharatul Qulub" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thaharatul_Qulub&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Thaharatul Qulub&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Thaharatul-Aba" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thaharatul-Aba&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Thaharatul-Aba&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Ta'awanu alal birri" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ta%27awanu_alal_birri&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ta'awanu alal birri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Ta'ruf bima kanu wal- Fajri" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ta%27ruf_bima_kanu_wal-_Fajri&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ta'ruf bima kanu wal- Fajri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Wal-Ashri" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wal-Ashri&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Wal-Ashri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jamiyatul Muslimin" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jamiyatul_Muslimin&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jamiyatul Muslimin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Syahratul Mubtadi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syahratul_Mubtadi&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Syahratul Mubtadi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (Kutojo dan Safwan, 1991: 33).&lt;br /&gt;Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, disamping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa ini melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah &lt;/span&gt;&lt;a title="Republik Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; menetapkannya sebagai &lt;/span&gt;&lt;a title="Pahlawan Nasional Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pahlawan_Nasional_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pahlawan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dengan surat Keputusan &lt;/span&gt;&lt;a title="Presiden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat;&lt;br /&gt;Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam;&lt;br /&gt;Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan&lt;br /&gt;Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (&lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Aisyiyah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aisyiyah&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aisyiyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria. (Pub.net)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-1723075358761916026?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/1723075358761916026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=1723075358761916026&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1723075358761916026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/1723075358761916026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/profile.html' title='Ahmad Dahlan'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/Rnqcg6ijIFI/AAAAAAAAAAU/1SynHRr_gSs/s72-c/Dahlan_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9026595470578849329.post-3041736827779062649</id><published>2007-06-21T22:35:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T05:20:58.763+07:00</updated><title type='text'>hasyim ashari</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqbL6ijIEI/AAAAAAAAAAM/THto2N5DweQ/s1600-h/hasyim_asyari1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078542158808686658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqbL6ijIEI/AAAAAAAAAAM/THto2N5DweQ/s320/hasyim_asyari1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;BIOGRAFI&lt;br /&gt;Kiai Hasyim Asy'ari&lt;br /&gt;Ulama Pembaharu Pesantren&lt;br /&gt;Pendiri pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, ini dikenal sebagai tokoh pendidikan pembaharu pesantren. Selain mengajarkan agama dalam pesantren, ia juga mengajar para santri membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.Karya dan jasa Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Kiai Hasyim Asy’ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI, yang juga dikenal dengan Lembu Peteng, ayah Jaka Tingkir yang menjadi Raja Pajang (keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir).Kakeknya, Kiai Ustman terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Dan ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang. Semenjak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Hasilnya, ia diberi kesempatan oleh ayahnya untuk membantu mengajar di pesantren karena kepandaian yang dimilikinya. Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, semenjak usia 15 tahun, ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai menjadi santri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ia belajar pada Kyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.Pada tahun 1892, Kiai Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Mekah. Di sana ia berguru pada Syeh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis.Dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy'ari memosisikan Pesantren Tebuireng, menjadi pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional. Dalam pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf latin, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato. Cara yang dilakukannya itu mendapat reaksi masyarakat sebab dianggap bidat. Ia dikecam, tetapi tidak mundur dari pendiriannya. Baginya, mengajarkan agama berarti memperbaiki manusia. Mendidik para santri dan menyiapkan mereka untuk terjun ke masyarakat, adalah salah satu tujuan utama perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari.Meski mendapat kecaman, pesantren Tebuireng menjadi masyur ketika para santri angkatan pertamanya berhasil mengembangkan pesantren di berbagai daerah dan juga menjadi besar.Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisional, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini pun berkembang dan banyak anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy'ari pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama teman-temannya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan, para ulama di berbagai daerah sangat menyegani kewibawaan Kiai Hasyim. Kini, NU pun berkembang makin pesat. Organisasi ini telah menjadi penyalur bagi pengembangan Islam ke desa-desa maupun perkotaan di Jawa.Meski sudah menjadi tokoh penting dalam NU, ia tetap bersikap toleran terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintah Belanda bersedia mengangkatnya menjadi pegawai negeri dengan gaji yang cukup besar asalkan mau bekerja sama, tetapi ditolaknya. Dengan alasan yang tidak diketahui, pada masa awal pendudukan Jepang, Hasyim Asy'ari ditangkap. Berkat bantuan anaknya, K.H. Wahid Hasyim, beberapa bulan kemudian ia dibebaskan dan sesudah itu diangkat menjadi Kepala Urusan Agama. Jabatan itu diterimanya karena terpaksa, tetapi ia tetap mengasuh pesantrennya di Tebuireng. Sesudah Indonesia merdeka, melalui pidato-pidatonya Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat para pemuda supaya mereka berani berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 1947 karena pendarahan otak dan dimakamkan di Tebuireng. ►e-ti/ms-atur, dari berbagai sumber.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9026595470578849329-3041736827779062649?l=daunlayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daunlayu.blogspot.com/feeds/3041736827779062649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9026595470578849329&amp;postID=3041736827779062649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/3041736827779062649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9026595470578849329/posts/default/3041736827779062649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daunlayu.blogspot.com/2007/06/hasyim-ashari.html' title='hasyim ashari'/><author><name>Godong Djati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03549534843853342425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_R4Z-saPA5UI/RnqumqijINI/AAAAAAAAABU/4Nk-SZ_5cjM/s320/hendry.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_R4Z-saPA5UI/RnqbL6ijIEI/AAAAAAAAAAM/THto2N5DweQ/s72-c/hasyim_asyari1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
